Fakta Eksotis Burung Cucak Rawa yang Hampir Punah

Fakta Eksotis Burung Cucak Rawa yang Hampir Punah

Pyke berawa (Pycnonotus zeylanicus) adalah sejenis burung twitter yang berasal dari keluarga Pycnonotidae. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut dengan nama Strawheaded Bulbul karena memiliki kepala jerami kuning pucat.

Orang Aceh menyebut burung ini dengan nama Berjuk Bale, orang Sunda menyebut burung ini dengan Cangkurawah sedangkan dalam bahasa Jawa disebut rawa Cucak (bahasa Jawa) yang merupakan nama yang paling dikenal dari banyak sebutan daerah di Indonesia.

Fakta Eksotis Burung Cucak Rawa yang Hampir Punah

Burung cucak rawa termasuk dalam suku Merbah atau cucak-cucakan. Kata Merbah yang berasal dari bahasa Melayu mengacu pada beberapa burung berkicau di semak-semak yang memiliki bulu kusam.

Burung-burung yang berasal dari suku merbah memiliki beberapa sebutan berbeda untuk setiap wilayah di Indonesia. Misalnya, cucak untuk wilayah Jawa dan sekitarnya. Tempulu’, empuruk, tempuruk, empulu’, pampulu, dan empuloh untuk judul-judul berbahasa Melayu di Sumatra dan Kalimantan.

Cucak rawa adalah salah satu burung yang banyak disukai burung oleh penikmat burung karena mereka memiliki suara yang unik dan khas sehingga burung ini biasanya termasuk dalam ras burung. Saat ini populasi spesies rawa masih Rentan (terancam punah) sehingga rawa semakin sulit ditemukan di alam liar, terutama di Pulau Jawa.

Jumlah Spesies

Dalam Daftar Merah IUCN burung ini memiliki status rentan, sementara CITES memasukkan burung ini dalam daftar Lampiran II. Di Indonesia burung ini memiliki 27 spesies dan sebagian besar wilayahnya berada di bagian barat Indonesia. Hingga saat ini ada 2 spesies yang menyebar ke Sulawesi dan Lombok.

Fakta Eksotis Burung Cucak Rawa yang Hampir Punah saat ini

Habitat

Burung rawa Cucak ditemukan di daerah rawa, daerah sungai dan di tepi hutan. Burung-burung ini sering bersembunyi di antara dedaunan semak sehingga seringkali kita tidak melihat bentuknya, tetapi hanya bisa mendengar suaranya yang keras dan khas. Burung Cucakrawa berasal dari Asia Tenggara di mana wilayah ini menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Thailand, Malaysia, Brunei, Myanmar, dan Indonesia.

Burung ini pergi ke Indonesia melalui Kalimantan, Sumatra dan Jawa Barat. Rawa ini hidup di dataran rendah, hutan sekunder, dan lahan basah seperti rawa, sungai atau bakau di dataran rendah hingga ketinggian 1.600 m dpl. Untuk saat ini sangat sulit untuk menemukan burung ini hidup di alam liar karena perburuan besar-besaran.

Makanan

Burung walet membutuhkan pakan yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi. Makanan alami rawa adalah serangga kecil, cabai hutan kecil, siput air, buah-buahan dari pohon beringin, buah-buahan lunak yang lembut seperti pisang dan pepaya. Rawa cucak juga membutuhkan mineral sebagai ko-enzim untuk menghasilkan energi tambahan, penyembuhan dan pertumbuhan.

Selain itu, mineral juga berfungsi untuk menyeimbangkan cairan tubuh, pembentukan darah dan tulang, mempercepat sistem kardiovaskular, dan lainnya. Mineral yang dibutuhkan oleh rawa-rawa tersebut adalah Besi, Fosfor, Mangaan, Seng, Yodium, Klorin, Magnesium, Tembaga dan Kalium.